Poll

Menu Apa Yang Anda Cari ?

View Results

Siapa yang online?

  • Tamu Pengguna: 1
May 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
 << <   > >>
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      

Pencarian

Cover Cakrawala

Gallery

Valid XHTML 1.0 Transitional

« Arah Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Kota Blitar 2025 (Pebruari 2010)Kehidupan »

Kuncinya: Keberdayaan Masyarakat (Arah Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Kota Blitar 2025)

28.02.10

Permalink 23:13:40, oleh cakrawala Email , 798 perkataan, 350 dilihat   Indonesia (ID)
Kategori: Fokus

Kuncinya: Keberdayaan Masyarakat (Arah Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Kota Blitar 2025)

Pembangunan pemberdayaan masyarakat di Kota Blitar akan berjalan dengan baik jika terjadi keberdayaan masyarakat. Apa saja yang dapat menjadi faktornya?

Pembangunan sektor pemberdayaan masyarakat di Kota Blitar diyakini dapat berjalan dengan baik pada rentang implementasi RPJP Kota Blitar Tahun 2005-2025. Hal ini tidak lepas dari pemikiran bahwa tujuan pembangunan dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat di dalamnya adalah tidak lebih untuk menciptakan masyarakat yang berdaya; mandiri; dan bertanggung jawab.
Demikian filosofi pembangunan pemberdayaan masyarakat yang disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (Bapemasda) Kota Blitar, M. Taufik, SH, M.AP. Dia melanjutkan, sebelum mengarah pada model pemberdayaan masyarakat "ala" Kota Blitar, masyarakat Kota Blitar harus mempelajari terlebih dulu konsepsi pemberdayaan masyarakat Kota Blitar di masa mendatang.
"Semua dimulai dari keberdayaan masyarakat. Hal ini harus dipahami sebagai tingkatan kekuatan; energi; atau kemampuan, yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu," ujarnya.
Kepala Bapemasda Kota Blitar menambahkan, filosofi pemikiran ini dilandasi oleh terminologi kata keberdayaan, yang berasal dari kata "daya" yang mendapat awalan "ke-" dan kata sambung "ber-" serta akhiran "-an". Kata "daya" sendiri, dapat diartikan sebagai kekuatan; energi; atau kemampuan.
"Pada tataran selanjutnya, teraplikasikan melalui masyarakat yang berdaya. Filosofinya, masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang memiliki tingkat kekuatan; energi; atau kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan pelbagai persoalan yang dihadapinya," ungkapnya.
Dengan demikian, sambung Kepala Bapemasda Kota Blitar, masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang mandiri, dalam arti tidak mudah diombang-ambingkan atau dikendalikan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu di luar kepentingan masyarakat tersebut.
"Di dalam kemandirian tersebut, akan tumbuh dan berkembang tingkat tanggung jawab yang besar untuk memperjuangkan kepentingan bersama seluruh lapisan dan golongan dalam masyarakat bersangkutan. Jadi, tidak berlebihan, jika dikatakan bahwa "masyarakat yang berdaya" adalah masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab," tegasnya.

Halaman: 1 · 2