| « Arah Pembangunan Perhubungan Kota Blitar 2025 - Bertumpu pada Sektor Transportasi | *Arah Pembangunan Perhubungan Kota Blitar 2025 - "Pendukung Utama" Implementasi Visi Daerah » |
A. PDRB ADHB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar, didapatkan fakta bahwa produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku (PDRB ADHB) Kota Blitar pada tahun 2009 berkisar pada angka Rp 1,417.924.695 juta. Jika dibandingkan dengan PDRB ADHB tahun 2007 dan 2008, terlihat adanya peningkatan signifikan. PDRB ADHB tahun 2007 sebesar Rp 1,092.736.403 juta; dan PRDB ADHB tahun 2008 sebesar Rp 1,265.357.176 juta.
Selanjutnya, jika dilihat dari lapangan usaha yang memberikan kontribusi atas PDRB ADHB tersebut, terlihat bahwa penyumbang terbesar PDRB ADHB Kota Blitar dari tahun ke tahun (2007 s.d. 2009) didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran; yang diikuti dengan sektor jasa-jasa; serta sektor industri pengolahan atau keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sebagai tiga besarnya.
Sektor perdagangan, hotel dan restoran pada PDRB ADHB tahun 2009 memberikan kontribusi sebesar Rp 334,289.548 juta (23%). Selanjutnya, sektor jasa-jasa Rp 275,461.182 juta (19,15%); industri pengolahan Rp 184,422.562 juta (13,87%); keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Rp 193,922.326 juta (13,44%); angkutan dan komunikasi Rp 173,060.899 juta (12,2%); pertanian Rp 112,585.388 juta (8,55%); bangunan Rp 97,139.114 juta (7,04%); listrik, gas dan air Rp 38,587.985 juta (2,71%); serta pertambangan dan penggalian Rp 645,692 juta (0,05%).
Jika dibandingkan dengan PDRB ADHB tahun 2007 dan 2008, hasil yang diperoleh tidaklah terlalu jauh berbeda. Rinciannya, pada tahun 2007, sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp 249,164.487 juta (22,1%); jasa-jasa Rp 216,467.781 juta (19,92%); industri pengolahan Rp 142,750.849 juta (13,76%); keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Rp 151,778.607 juta (13,62%); angkutan dan komunikasi Rp 139,193.660 juta (12,43%); pertanian Rp 96,860.329 juta (9,68%); bangunan Rp 64,883.866 juta (5,73%); listrik, gas dan air Rp 31,004.863 juta (2,71%); serta pertambangan dan penggalian Rp 631,958 juta (0,06%).
Rincian komposisi pada tahun 2008, sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar Rp 300,707.489 juta (23,52%); jasa-jasa Rp 246,379.309 juta (19,44%); keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Rp 177,012.076 juta (13,63%); industri pengolahan Rp 160,960.107 juta (13,31%); angkutan dan komunikasi Rp 158,372.606 juta (12,21%); pertanian Rp 105,602.172 juta (9,01%); bangunan Rp 80,848.027 juta (6,25%); listrik, gas dan air Rp 34,840.017 juta (2,57%); serta pertambangan dan penggalian Rp 590,373 juta (0,05%).
B. PDRB ADHK
Sementara, dari segi produk domestik regional bruto atas dasar harga kostan (PDRB ADHK) Kota Blitar pada tahun 2009 berkisar pada angka Rp 729,253.484 juta. Jika dibandingkan dengan PDRB ADHK tahun 2007 dan 2008, terlihat adanya peningkatan signifikan. PDRB ADHK tahun 2007 sebesar Rp 645,936.355 juta; dan PRDB ADHK tahun 2008 sebesar Rp 686,549.150 juta.
Selanjutnya, jika dilihat dari lapangan usaha yang memberikan kontribusi atas PDRB ADHK, terlihat bahwa penyumbang terbesar PDRB ADHK Kota Blitar dari tahun ke tahun (2007 s.d. 2009) hampir memiliki kesamaan dengan PDRB ADHB. Masih didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran; yang diikuti dengan sektor jasa-jasa. Perbedaannya, pada urutan ketiga kontributornya "dikuasai" oleh sektor angkutan dan komunikasi.
Sektor perdagangan, hotel dan restoran pada PDRB ADHK tahun 2009 memberikan kontribusi sebesar Rp 179,661.647 juta. Selanjutnya, sektor jasa-jasa Rp 137,633.395 juta; angkutan dan komunikasi Rp 102,960.956 juta; industri pengolahan Rp 93,707.055 juta; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Rp 92,889.079 juta; pertanian Rp 53,919.559 juta; bangunan Rp 45,176.634 juta; listrik, gas dan air Rp 23,042.588 juta; serta pertambangan dan penggalian Rp 262,030 juta.
Dan, jika dibandingkan dengan PDRB ADHK tahun 2007 dan 2008, hasil yang diperoleh tidaklah terlalu jauh berbeda. Pada tahun 2007, komposisi kotributornya terdiri dari sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp 151,579.132 juta; jasa-jasa Rp 124,278.510 juta; angkutan dan komunikasi Rp 90,932.809 juta; industri pengolahan Rp 86,578.495 juta; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Rp 83,143.969 juta; pertanian Rp 52,654.480 juta; bangunan Rp 36,142.924 juta; listrik, gas dan air Rp 19,958.150 juta; serta pertambangan dan penggalian Rp 285,868 juta.
Kemudian, komposisi tahun 2008 kontributor PDRB ADHK adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp 165,777.484 juta; jasa-jasa Rp 130,143.926 juta; angkutan dan komunikasi Rp 97,756.022 juta; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Rp 88,871.799 juta; industri pengolahan Rp 88,395.799 juta; pertanian Rp 53,135.288 juta; bangunan Rp 40,630.099 juta; listrik, gas dan air Rp 21,567.844 juta; serta pertambangan dan penggalian Rp 270,888 juta. (tim, dari PDRB Kota Blitar Tahun 2009)