| « Arah Pembangunan Kependudukan Kota Blitar 2025 | Kota Blitar Dahulu, Kini dan Esok (Menyongsong Era Baru), » |
Edisi kesembilan kali ini memang punya sesuatu yang bersifat berbeda jika dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya. Meski tidak terlalu terlihat, tetapi harus diakui ada sebuah perbedaan dimulai pada edisi kali ini. Dan, perbedaan itu terletak tidak lepas dari dimulainya sebuah era baru kepemimpinan di Kota Blitar.
Ya, era baru yang melanjutkan era sebelumnya, pasca-pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar periode 2010-2015, 3 Agustus 2010 kemarin. Era baru yang baru saja berjalan satu bulan dan harus menyesuaikan dengan koridor sistem yang telah terbangun sebelumnya yang mengantarkan Kota Blitar sebagai salah satu daerah terkemuka di bidang pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dapat dipastikan pula sejak menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, pasangan Muhammad Samanhudi Anwar, SH, MM; dan H. Purnawan Bukhori, harus menyelesaikan dulu amanat pembangunan tahun 2010; mengartikulasikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Blitar Tahun 2010-2025 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028; serta menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Blitar lima tahun di bawah kepemimpinannya.
Sambil menunggu penyusunan RPJM Kota Blitar, yang harus mengadopsi RPJP Kota Blitar; RPJP Provinsi Jawa Timur; RPJP Nasional; dan sejumlah dokumen perencanaan pembangunan lainnya, seperti yang telah dilakukan pada edisi-edisi sebelumnya, Cakrawala akan menghadirkan apa yang akan dilakukan Pemkot Blitar di dalam mengimplementasikan RPJP Kota Blitar.
Kali ini, tema besar itu akan menyentuh pada bidang pertanian, dengan judul: Arah Pembangunan Pertanian Kota Blitar 2025, yang tertuang di dalam rubrik Fokus. Di sana, akan sedikit atau banyak digambarkan mengenai potret pembangunan bidang pertanian di Kota Blitar, di dalam kerangka mewujudkan tujuan pembangunan pertanian pada tahun 2025 mendatang.
Pada sisi lain, memasuki sebuah era baru kepemimpinan daerah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar bersama-sama dengan DPRD Kota Blitar dihadapkan pada sebuah keharusan untuk segera menetapkan arah pembangunan pada sisa waktu tahun 2010 ini. Dan, hal ini dimulai dengan diterbitkannya Nota Kesepakatan Pemkot Blitar dan DPRD Kota Blitar tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, yang lazim disingkat dengan KUPA Kota Blitar Tahun 2010. Cuplikan dokumen ini dapat Anda simak pada rubrik Cakrawala Khusus.
Selanjutnya, sebagaimana layaknya sebuah terbitan bulletin, sejumlah rubrik khas dan rutin Cakrawala tetap tersaji dalam penerbitan edisi kesembilan ini. Dan, dikarenakan masih berada dalam euforia hari kemenangan, kru Cakrawala juga tidak lupa untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1431 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin. Salam dan Selamat Menikmati!
Edisi kesembilan kali ini memang punya sesuatu yang bersifat berbeda jika dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya. Meski tidak terlalu terlihat, tetapi harus diakui ada sebuah perbedaan dimulai pada edisi kali ini. Dan, perbedaan itu terletak tidak lepas dari dimulainya sebuah era baru kepemimpinan di Kota Blitar. Ya, era baru yang melanjutkan era sebelumnya, pasca-pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar periode 2010-2015, 3 Agustus 2010 kemarin. Era baru yang baru saja berjalan satu bulan dan harus menyesuaikan dengan koridor sistem yang telah terbangun sebelumnya yang mengantarkan Kota Blitar sebagai salah satu daerah terkemuka di bidang pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dapat dipastikan pula sejak menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, pasangan Muhammad Samanhudi Anwar, SH, MM; dan H. Purnawan Bukhori, harus menyelesaikan dulu amanat pembangunan tahun 2010; mengartikulasikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Blitar Tahun 2010-2025 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028; serta menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Blitar lima tahun di bawah kepemimpinannya. Sambil menunggu penyusunan RPJM Kota Blitar, yang harus mengadopsi RPJP Kota Blitar; RPJP Provinsi Jawa Timur; RPJP Nasional; dan sejumlah dokumen perencanaan pembangunan lainnya, seperti yang telah dilakukan pada edisi-edisi sebelumnya, Cakrawala akan menghadirkan apa yang akan dilakukan Pemkot Blitar di dalam mengimplementasikan RPJP Kota Blitar. Kali ini, tema besar itu akan menyentuh pada bidang pertanian, dengan judul: Arah Pembangunan Pertanian Kota Blitar 2025, yang tertuang di dalam rubrik Fokus. Di sana, akan sedikit atau banyak digambarkan mengenai potret pembangunan bidang pertanian di Kota Blitar, di dalam kerangka mewujudkan tujuan pembangunan pertanian pada tahun 2025 mendatang. Pada sisi lain, memasuki sebuah era baru kepemimpinan daerah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar bersama-sama dengan DPRD Kota Blitar dihadapkan pada sebuah keharusan untuk segera menetapkan arah pembangunan pada sisa waktu tahun 2010 ini. Dan, hal ini dimulai dengan diterbitkannya Nota Kesepakatan Pemkot Blitar dan DPRD Kota Blitar tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, yang lazim disingkat dengan KUPA Kota Blitar Tahun 2010. Cuplikan dokumen ini dapat Anda simak pada rubrik Cakrawala Khusus. Selanjutnya, sebagaimana layaknya sebuah terbitan bulletin, sejumlah rubrik khas dan rutin Cakrawala tetap tersaji dalam penerbitan edisi kesembilan ini. Dan, dikarenakan masih berada dalam euforia hari kemenangan, kru Cakrawala juga tidak lupa untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1431 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin. Salam dan Selamat Menikmati!
Postingan ini memiliki 1 umpan balik menunggu moderasi...