| « Partisipasi Publik (Edisi Juli 2006) | Wajah Pendidikan Kita (Edisi Mei 2006) » |
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Ungkapan ini yang akhir-akhir ini sering muncul di dalam forum-forum diskusi maupun di dalam pembicaraan sehari-hari. Lepas dari apapun alasan yang melatarbelakangi pemunculan kembali ungkapan yang hampir punah itu, Kota Blitar adalah kota yang tergolong beruntung. Betapa tidak, di kota terkecil nomor dua se-Jawa Timur inilah dimakamkan founding father Republik Indonesia, Bung Karno, sang proklamator.
Pada bulan Juni dalam setiap tahun, Kota Blitar selalu menerima kedatangan tamu luar daerah, yang awalnya ingin melihat dan sekaligus mengikuti Haul Bung Karno, 20 Juni malam,yaitu malam menjelang wafatnya Bung Karno, yang tepatnya jatuh pada tanggal 21 Juni. Dalam perkembangannya kemudian, prosesi Haul Bung Karno tersebut dimulai sejak tanggal 1 Juni dengan prosesi Grebeg Pancasila, yaitu sebuah ritual yang digagas oleh para seniman Blitar sebagai sebuah tetenger untuk memperingati hari kelahiran Pancasila 1 Juni.
Alhasil, pada bulan Juni dalam setiap tahunnya, Kota Blitar disibukkan oleh berbagai kegiatan peringatan, yang langsung atau tidak langsung, terkait dengan Bung Karno. Karena itu, Pemerintah Kota Blitar beserta kalangan masyarakat menetapkan bulan Juni di Kota Blitar sebagai Bulan Bung Karno. Pertanyaannya adalah, sudah siapkah semua jajaran pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan Kota Blitar menerima berbagai konsekuensi atas serbuan pendatang ke Kota Blitar? Jawabannya, akan dapat ditemukan dalam rubrik Fokus dan Partisipasiana, yang di dalamnya mengulas total Bulan Bung Karno beserta berbagai kegiatannya serta beberapa komentar dan pendapat dari berbagai kalangan yang berkompeten. Lebih dari itu, kami juga melengkapinya dengan wawancara khusus dengan Ir. Sumac Diasdadi, Ketua Majelis Pelestari Ajaran Bung Karno (MPABK) dan Drs. Ichwanto, M.AP, Koordinator Pelaksana Tim Koordinasi Bulan Bung Karno Pemkot Blitar. Kedua tokoh ini akan berbincang panjang-lebar mengenai Bulan Bung Karno di dalam rubrik Dialog. Kemudian, sejumlah tulisan di dalam rubrik Ruang Pendidikan, Kajian dan Kolom pun akan menjadi penambah wawasan Anda. Di rubrik Kajian, kami tampilkan tulisan karya HS. Budi, pengamat sosial Kota Blitar, yang berjudul Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya! (Meneropong Pembangunan Melalui Kaca Mata Presiden). Dan, di rubrik Kolom, kami sajikan tulisan karya Ir. Bambang Gunawan, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, yang berjudul Globalisasi dalam Tinjauan Kritis Bung Karno (Sebuah Perenungan untuk Anak Bangsa).
Selanjutnya, di rubrik Ruang Pendidikan, Tim Litbang Cakrawala, juga turut menyumbangkan tulisan. Buah karyanya itu berjudul Reorientasi Pendidikan Nasionalisme Indonesia. Sementara itu, di rubrik Cakrawala Khusus, kami sajikan: PKMK, Serupa tapi Tak Sama; Potensi Daerah: Wacana Cagar Budaya PETA; dan Kupas-Tuntas: Lingkunganku Sayang, Lingkunganku (Belum Tentu) Malang... beserta tulisan mengenai Penerapan Program Pembangunan Perumahan Swadaya di Kota Blitar, seiring dengan ditandatanganinya MoU tentang program ini di Kota Blitar, dan Kunjungan Menteri Pertanian di Kota Blitar. Di samping itu, rubrik-rubrik tetap lainnya akan menyapa Anda sebagai pemanis Cakrawala edisi Juni ini.
Rubrik-rubrik itu seperti Resensi; Referensi; Edukasi; Cakrawalasiana; dan Editorial. Kami berharap, agar semua rubrik beserta isi di dalam Cakrawala edisi Juni ini dapat membantu Anda di dalam menghapus dahaga akan informasi apa yang tengah terjadi di Kota Blitar.
Salam dan Selamat Menikmati!